Tumpukan lembaran berisi angka, gambar, wajah, nama ,dan kata menghiasi meja tempat berlatihnya Tim Memory Sports Indonesia. Sesekali beberapa anak menutup matanya sambil memegang kepala dihadapan kertas berisikan angka-angka acak. Ada juga yang terlihat melotot sambil memegang kertas dan sesekali terlihat menuliskan sesuatu pada kertas tersebut. Inilah suasana latihan rutin yang dilakukan Asosiasi Memory Sports Indonesia yang dilaksanakan setidaknya seminggu sekali di dua kota, yaitu Jakarta dan Sangatta, Kalimantan Timur. Mereka adalah anak-anak yang akan mengikuti kejuaraan daya ingat terbuka di Singapore yang dilatih oleh Ketua Asosiasi, Grandmaster Yudi Lesmana.

Singapur1Anggota Tim Memory Sports Indonesia sedang Berlatih Daya Ingat Menjelang Kompetisi

Ruang latihan kedap suara yang terletak di Gedung Kompas Gramedia, Palmerah barat ini, setiap jumatya didatangi sekitar 9 orang yang secara intensif di latih untuk menguasai 10 disiplin daya ingat. 10 disiplin ini akan diujikan dalam 1st Singapore Open Memory Championship yang akan dilaksanakan pada 14 Maret 2015 di SPGG Grand Ballroom, Singapore Polytechnic. Disiplin tersebut ialah :

  1. 5 menit mengingat wajah dan nama
  2. 5 menit mengingat urutan kata acak
  3. 5 menit mengingat urutan angka acak
  4. 5 menit mengingat urutan angka biner acak
  5. 5 menit mengingat tanggal dan kejadian fiktif
  6. 10 menit mengingat urutan kartu remi yang telah dikocok
  7. 15 menit mengingat urutan gambar abstrak
  8. 15 menit mengingat urutan angka acak
  9. mengingat urutan angka acak yang diucapkan dengan interval 1 detik, dan
  10. mengingat secepat-cepatnya 1 deck kartu remi (52 kartu) yang telah dikocok

Kompetisi seperti ini bukan yang pertama sekali diikuti oleh Tim Memory Sports Indonesia, namun sejak akhir 2013, Asosiasi Memory Sports Indonesia telah membawa perwakilan Indonesia untuk berkompetisi di Hongkong, Japan, Filipina, China, dan Inggris. Kompetisi di Singapore 14 Maret ini akan diikuti 10 Negara antara lain Jerman, China, Malaysia, Vietnam, Singapore, India, Filipina, Mongolia, Jepang, dan Indonesia. Jerman sendiri menurunkan salah satu atlit memory terbaiknya, International Grand Master, Simon Reinhard yang memegang 7 rekor dunia daya ingat. China menurunkan 2 International Master Memory beserta tim lainnya, sedangkan Mongolia diwakilkan oleh Grandmaster Tsogbadrah Sakhanbayar.

Tim Indonesia sendiri terdiri atas 12 orang dengan komposisi 3 peserta kategori anak (dibawah 12 tahun), 5 peserta kategori junior ( 13-17 tahun), dan 4 peserta kategori dewasa (18-59 tahun). Mereka adalah Nadine (10), Nadia (8), Shafa (10), dan Qonita (17) dari Kalimantan Timur serta Melinda (15), Yudha (15), Jason (14), Farhan (14), Dewi (24), Siska (40) dan ketua tim sendiri Yudi (27) dari Jakarta. Selain itu, Josephine (23), salah satu mahasiswi Indonesia yang sedang menimba ilmu di Singapore juga akan bergabung dalam tim ini.

Kemampuan mengingat yang cepat, tepat serta dalam jumlah yang banyak bukan merupakan bawaan lahir semata. Anak-anak diatas telah membuktikan bahwa daya ingat mereka berhasil ditingkatkan berkali-kali lipat sejak melatihnya dengan metode yang benar. Sebut saja Shafa yang mampu mengingat 87 wajah dan nama dalam waktu 15 menit yang menobatkannya sebagai pemegang rekor dunia mengingat anak-anak. Bahkan tidak saja anak-anak, Siska seorang karyawan di salah satu perusahaan swasta di Jakarta juga merasa daya ingatnya semakin meningkat setelah menggunakan metode-metode mengingat yang penuh dengan imajinasi ini. Ada berbagai teknik yang dapat dipelajari dan dilatih untuk mendapatkan otak yang hebat dalam mengingat. Terlebih lagi daya ingat yang baik akan menjaga keefektifitasan dalam belajar dan bekerja serta mencegah kita dari demensia “pikun” di usia dini dan lanjut nanti.

Tim memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar dapat memberikan prestasi terbaik dalam ajang ini dan membawa harum nama Indonesia dibidang memory sports.

Salam Memory,

Yudi Lesmana

Ketua Tim Memory Sports Indonesia

Pendiri dan Ketua Asosiasi Memory Sports Indonesia

Penulis buku seri ingatan gajah “Memorizing Like an Elephant”

Twitter : @yudilesmana