Team of Indonesian students place second in Korea’s Open Memory Championship

A group of Indonesian students brought home two gold medals, two silvers and two bronzes at the recent “Second Korea Open Memory Championship”, which was held in Seoul, South Korea.

Held on Aug. 25 and 26, the event also included students from South Korea, Mongolia, China, Japan, the United Kingdom, Libya and Moldova, with the team of Indonesian students nabbing second place, as reported by kompas.com.

Held at the Global Convention Plaza Main Auditorium in Seoul National University, the event had 10 competitions on memorization skills, ranging from five-minute to 15-minute categories on remembering various things, such as numbers, cards, as well as pairing faces and names, years and events.

The Indonesian team participated under the guidance of the Indonesia Memory Sport Council and was led by international grandmaster of memory Yudi Lesmana. Read More : http://www.thejakartapost.com/youth/2018/09/03/team-of-indonesian-students-place-second-in-koreas-open-memory-championship.html

Galeri Pelatihan Awal Tim Olimpiade Memory Indonesia

Jakarta, 31 Mei – 3 Juni 2018 diadakan masa pelatihan awal tim yang akan bertanding di berbagai kompetisi daya ingat tingkat international. 29 Peserta hadir memadati training centre memory di HEI-SPACE, 88 office Tower A @Kasablanka Lt.26F, Kota Kasablanka.

 Peserta berasal dari Jakarta, Bandung, Tangerang, dan Depok. Mereka melatih otak lewat 10 disiplin daya ingat. 10 Disiplin daya ingat dan sistem penilaiannya dapat dilihat pada :

Adapun kompetisi yang akan diikuti dapat dilihat pada link berikut :

Berikut Galeri Kegiatan Pelatihan yang berlangsung di Kota Kasablanka :

Hasil Pelatihan : (Post on 3 June 2018)

 

 

WORLD MEMORY CHAMPIONSHIP 2017

World Memory Championship 2017 diadakan pada tanggal 1-3 Desember 2017 di Ancol, Jakarta. Kompetisi ini dihadiri oleh 111 peserta dari 21 negara, yang mencakup Asia, Eropa, Afrika, dan Amerika Utara.

World Memory Championship 2017 merupakan acara World Memory Championship pertama yang diselenggarakan oleh Indonesia Memory Sports Council dengan mendapat dukungan dari International Association of Memory dan Asia Memory Sports Alliance hingga acara ini dapat terselenggara dengan sukses. Pada kompetisi kali ini mempertandingkan 10 cabang memory dengan kualifikasi internasional.

Kompetisi ini dibuka dengan pemberian pidato oleh perwakilan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Bpk. Ananto Kusuma, Kementerian Pemuda dan Olahraga yang diwakili oleh Bpk. Sanusi, serta diikuti oleh pemberian pidato oleh perwakilan dari Kementerian Pariwisata, Bpk. Eddy Susilo. Rangkaian kegiatan pembukaan World Memory Championship 2017 dipenuhi oleh pertunjukkan yang menonjolkan pada keragaman budaya tradisional Indonesia, dengan suguhan tarian Saman oleh Anggun Busana dan diikuti dengan lantunan suara indah oleh Sekar Teja (Runner up the Voice Indonesia)

Alex Mullen (USA) menjadi pemenang dari World Memory Championship yang diselenggarakan selama 3 hari di Ancol, Jakarta. 

Kompetisi yang berlangsung selama 3 hari ini dimulai dengan mempertandingkan 2 cabang kompetisi pada hari pertama, dengan Binary Numbers dimana Munkhshur Narmandakh (Mongolia) memperoleh nilai tertinggi sebesar 5.730 angka dan diakhiri dengan kompetisi di cabang 60 menit Cards. Kompetisi hari kedua disapu bersih oleh Alex Mullen (USA) dengan memperoleh skor tertinggi pada cabang Speed Numbers dan Fictional Dates dengan masing-masing nilai sebesar 568 angka dan 133 tanggal fiksi. Melanjutkan aksinya di hari kedua, Alex Mullen kembali menyapu bersih 2 cabang terakhir yang dipertandingkan di World Memory Championship 2017, dengan menorehkan 303 poin pada Spoken Words dan berhasil mengingat 1 deck kartu yang telah dikocok dalam waktu yang mengagumkan, 15, 6 detik.

Cabang ini juga merupakan cabang memory terakhir yang dipertandingkan di kompetisi ini dan membantu Alex Mullen mencapai poin tertinggi sebesar 9.055 dan menjamin posisinya sebagai pemenang overall World Memory Championship 2017

Juara lima besar Overall World Memory Championship 2017 adalah Alex Mullen (USA), Munkhshur Narmandakh (Mongolia), Yanjaa Wintersoul (Mongolia), Enkhshur Narmandakh (Mongolia), dan Simon Reinhard (Jerman). Mongolia merupakan tim yang paling dominan dalam sepuluh besar juara Overall dengan total 5 peserta dari Mongolia dalam daftar sepuluh besar.

World Memory Championship 2017 menjadi ajang pemecahan rekor dengan dipecahkannya 7 rekor dunia.

World Memory Championship 2017 menjadi ajang pemecahang rekor dengan total pemecahan rekor dunia sebanyak 7 catatan. Pemecah rekor dunia kategori dewasa merupakan juara overal tiga besar kejuaraan. Alex Mullen (USA) berhasil memecahkan 4 rekor dunia, dengan mengingat 568 angka dalam 5 menit, 3.238 angka dalam 60 menit, dan berhasil mencapai waktu yang mengagumkan dalam mengingat 1 deck kartu hanya dalam 15,6 detik.

Dalam cabang 60 menit Cards yang melelahkan, Munkhshur Narmandakh dari Mongolia sebagai juara 2 overall berhasil mengingat 1.776 kartu (lebih dari 34 deck kartu) dan berhasil mencetak rekor baru. Di urutan ketiga juara overall, Yaanja Wintersoul yang juga berasal dari Mongolia berhasil memecahkan dua rekor baru di bidang mengingat, di cabang Images (354 gambar) dan berhasil mencapai 212 poin mengingat nama dan wajah dalam waktu 15 menit.

Pencapaian Tim Indonesia di kancah pertandingan internasional

Bukan main! tim Indonesia berhasil meraih 7 medali di kompetisi World Memory Championship 2017. Fatimah Aiko berhasil meraih medali perak di cabang Nama dan wajah dengan total 98 poin dan Shafa Annisa tidak kalah dengan memperoleh medali perak di cabang kata acak dengan total poin 205 kata. Kembali di kategori Junior, Fakhri Shafly juga meraih 2 medali perunggu dengan mengingat 806 kartu dalam 60 menit serta 97 nama dalam 15 menit.

Pencapaian tim Indonesia juga ditunjukkan di kategori Kids, oleh Rania Azzahra (12 tahun) dan Aulia Nadia (11 tahun). Rania berhasil meraih 2 medali perunggu dengan mengingat 880 angka acak dalam 60 menit, Selanjutnya, Aulia berhasil mendapat 59 poin dalam cabang nama dan wajah hingga berhasil mendapat medali perunggu.

Tidak hanya berhenti di peraihan medali, terdapat 4 peserta dari Indonesia yang mendapatkan predikat bergengsi “International Grandmaster Memory”, yaitu Aisha Nadine, Fakhri Shafly, Fathimah Aiko, dan Shafa Annisa Rahmadani.

Dalam ajang World Memory Championship 2017 kali ini, selain Juara Dunia juga terdapat Juara Nasional untuk tim Indonesia. Fakhri berhasil menduduki peringkat satu nasional, diikuti Shafa dan Fathimah Aiko di urutan dua dan tiga. Juara nasional mendapatkan hadiah uang tunai yang berhasil dihimpun dari warga Indonesia melalui KITABISA dan meraih piala dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Pemecahan Rekor MURI dengan jumlah peserta terbanyak dalam mengingat urutan angka Pi yang diikuti oleh 135 peserta Indonesia.

Pada hari ke-3 World Memory Championship 2017 setidaknya 135 putera/i Indonesia berkumpul di Mercure Convention Centre, Ancol untuk menuliskan secara digital sejumlah angka Pi yang berhasil mereka ingat secara kolektif. Peserta pemecah rekor MURI berhasil mengingat secara kolektif 13.500 angka Pi. Pembuatan rekor ini merupakan pertama kalinya dilakukan di Indonesia dengan jumlah peserta terbanyak untuk mengingat angka Pi.

Lagu kebangsaan Amerika bergaung di Ballroom Bidadari menandakan selesainya acara memory paling bergengsi di tahun 2017, sebagai apresiasi seluruh pengunjung kepada Alex Mullen, Juara World Memory Championship 2017.

Seluruh penonton acara penutupan acara memory paling bergengsi di tahun 2017 disuguhkan pertunjukan tari tradisional Indonesia dan pertunjukkan menegangkan yang dilakukan oleh Merpati Putih dalam unjuk tenaga dalam, yang ikut serta melibatkan peserta dari Jerman, Simon Reinhard yang masih gagal membelah besi seperti atraksi yang telah dilakukan sebelumnya oleh Merpati Putih. Pemberian hadiah oleh Bpk Ananto sebagai perwakilan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan diikuti apresiasi dan pemberian hadiah utama kepada Alex Mullen menjadi puncak dari penutupan World Memory Championship 2017.

SUASANA KOMPETISI WORLD MEMORY CHAMPIONSHIP 2017

 

 

 

 

 

 

Piala Menteri Pendidikan Indonesia Diperebutkan dalam IAM World Memory Championship 2017

Rabu, 09 Agustus 2017, Jajaran pengurus, pembina, dan pelajar berprestasi dari Indonesia Memory Sports Council (IMSC)  diterima oleh Sekretaris Jendral Kemendikbud Bapak Didik Suhardi,Ph.D di Gedung C lantai 2 Kantor Kemendikbud Republik Indonesia. Audiensi IMSC dengan Kemendikbud ini berlangsung hangat dengan tiga agenda utama yaitu :  perkenalan program Memory Sports Indonesia, penyampaian prestasi anak – anak Indonesia di ajang Olimpiade Memory Internasional, dan pemaparan tentang kejuaraan dunia daya ingat IAM World Memory Championsip yang akan diadakan pada Desember 2017 di Jakarta ( info: IAM WMC 2017 ).

Foto Bersama IMSC dengan Sekretaris Jendral Kemendikbud

Hadir pada audiensi, Ketua Umum IMSC, Yudi Lesmana di dampingi oleh Dewan Pembina Bey Sapta Utama dan Adil Karim, Dewan Pakar Septian Dwi Cahyo, Sekjen IMSC Agit Permana, Tim Media dan Komunikasi Henry Firmansyah dan Dhani, Researcher IMSC Danu Ariya N, dan Juara Nasional Olimpiade Memory Indonesia Fakhri Shafly E. Seyogyanya pertemuan ini juga dihadiri oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, namun karena beliau harus menghadiri agenda lain ke Solo maka jajaran IMSC diterima oleh Bapak Didik Suhardi, Ph.D didampingi Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama Bapak Dr. Supriano, M.Ed, dan Humas Kemendikbud Ibu Dian dan Bapak Andes.

Hasil Pertemuan ini menyepakati bahwa program IMSC akan dikaji lebih lanjut untuk menjadi salah satu program baru dalam pengembangan kemampuan belajar anak serta sarana pelajar untuk berprestasi di kancah nasional maupun internasional. Sekretaris Jendral Kemendikbud juga mengapresiasi prestasi – prestasi yang telah diukir oleh Siswa – Siswi Indonesia di kancah Internasional. Setidaknya sudah 9 negara yang telah menjadi saksi Tim Olimpiade Memory Indonesia mencatatkan prestasinya di bidang daya ingat. Di akhir pertemuan Bapak Didik Suhardi, Ph.D juga merekomendasikan untuk menggunakan Piala Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia untuk diperebutkan pada perhelatan akbar IAM World Memory Championship 1-3 Desember 2017 di Mercure Convention Center Ancol Jakarta, Indonesia. Acara ini juga akan diagendakan untuk dibuka oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Bapak Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP.

Audiensi ini menjadi sebuah lompatan besar bagi IMSC untuk terus mengampanyekan teknik memory ke seluruh pelajar di Indonesia. Setidaknya ada 10 indikator uji memory berstandar internasional yang digunakan pada setiap kompetisi daya ingat yaitu : mengingat wajah dan nama, angka, kata, gambar acak, kejadian dan tahun, spoken numbers dan berbagai uji lainnya. Kerjasama ini juga diharapkan berlangsung harmonis hingga tahun – tahun yang akan datang untuk mewujudkan Indonesia yang lebih cerdas. (dag)

Save

Save

Save

Save

Tim Memory Sports Indonesia Kembali Bertanding di Korea Selatan

Jakarta, 16 Februari 2017 – Tim Memory Sports Indonesia telah bertolak dari Jakarta menuju Korea Selatan untuk mengikuti Korea Open Memory Championship (18-19 Februari 2017). Olimpiade daya ingat yang diikuti 186 peserta dari 12 negara ini (Jerman, USA, China, Mongolia, Korsel, Singapore, Indonesia, India, dan lainnya) akan diikuti 15 peserta dari Indonesia.

Olimpiade ini akan mempertandingkan 6 kategori yaitu :
– Anak-anak (< 12 tahun) – Junior Muda (13-15 tahun) – Junior (16-17 tahun) – Dewasa Muda (18-40 tahun) – Dewasa (41-59 tahun) – Senior (>59 tahun)

Tim Memory Sports Indonesia sendiri telah mempersiapkan diri selama 2 bulan sebelum pertandingan dengan susunan tim sebagai berikut :

1- Aulia Nadia (siswi SD Sinar Cendekia, Serpong, Tangerang, Banten)
2- Rania Azzahra (siswi SMPN 1 Toli-Toli, Sulawesi Tengah)
3- Shafa Annisa (siswi SMP Kesatuan Bangsa, Yogyakarta)
4- Aisha Nadine (siswi SMP Sinar Cendekia, Serpong, Tangerang, Banten)
5- I Gusti Putu Wisnu (siswa SMPN 163, Jakarta)
6- Rayyan Hanif I (siswa SMP Nurul Fikri, Depok, Jawa Barat)
7- Fathimah Aiko (siswi SMP Salman Al Farisi, Bandung, Jawa Barat)
8- Afifah Hasna (siswi SMP Edu Global School, Bandung, Jawa Barat)
9- Wafa Fauziah (siswi SMP Edu Global School, Bandung, Jawa Barat)
10- Kinanti W. Asih (siswi SMPN 2, Bandung, Jawa Barat)
11- Rifda Almira (siswi SMA Edu Global School, Bandung, Jawa Barat)
12- Hanifah Khalillah (siswi SMA Edu Global School, Bandung, Jawa Barat)
13- Fakhri Shafly (siswa SMAN 26, Jakarta)
14- Danu Ariya Nugraha (Professional), dan
15- Yudi Lesmana (Ketua Tim)

Kompetisi dengan total hadiah uang tunai 30,000 USD ini diikuti oleh memory expert kelas dunia, seperti Mantan Juara Dunia Johannes Mallow (Jerman), Juara Nasional Amerika, Nelson Dellis, Pemegang Rekor Dunia, Simon Reinhard, hingga puluhan Grandmaster Memory dari berbagai negara termasuk dari Indonesia.

Beberapa anggota tim dari Indonesia sendiri telah beberapa kali mengikuti kejuaraan serupa. Secara keseluruhan, Korea Selatan menjadi negara tempat bertanding yang ke-9 bagi putra-putri Indonesia yang telah dibina oleh Asosiasi Memory Sports Indonesia untuk memiliki daya ingat dan konsentrasi kuat.

Kompetisi ini mempertandingkan 10 jenis disiplin daya ingat seperti mengingat angka acak, kata acak, gambar acak, kejadian dan tahun, spoken numbers, kartu acak, dan lainnya.

Target Tim Indonesia pada pertandingan ini ialah memenangkan setidaknya 7 medali agar mampu masuk ke dalam top 5 countries. Mohon doa dan dukungan masyarakat Indonesia agar Tim Memory Sports Indonesia mampu memberikan hasil yang terbaik dan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Salam Memory,
Yudi Lesmana
Grandmaster Memory
Ketum Indonesia Memory Sports Council
www.ingatangajah.com
Email: yudi@ingatangajah.com ,
indonesiamemorysportscouncil@gmail.com

Thanks to :
– PT Kaltim Prima Coal (Bronze Sponsor)
– KBRI Korsel
– Student Memory Course Indonesia
– Eduplex, Bandung