Tim Indonesia Siap Berlaga di Singapore Open Memory Championship 2017

Jakarta, 28 September 2017 – Setelah sukses meraih gelar Grandmaster Memory di Hong Kong, putera-puteri Indonesia kembali mempersiapkan diri untuk menghadapi rangakaian tur kompetisi terakhirnya di Singapore sebelum menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Daya Ingat, IAM World Memory Championship di Jakarta Desember mendatang. Bertajuk Singapore Open Memory Championship 2017, kejuaraan daya ingat ini akan berlangsung pada 30 September-1 Oktober 2017 mendatang di 500 Dover Road, Concourse Singapore Polytechnic, Singapore

Singapore Open Memory Championship 2017

Tidak kurang dari sebelas negara akan berpartisipasi pada kejuaraan terbuka tingkat internasional yang diselenggarakan oleh Singapore Memory Sports Association bersama Asia Memory Sports Alliance (AMSA), dimana hasil kejuaraan ini akan masuk dalam peringkat dunia dibawah International Association of Memory (IAM), Jerman. Selain Indonesia, akan hadir peserta- peserta kompetisi dari Singapura, China, Korea Selatan, Mongolia, India, Thailand, Jerman, Malaysia, Filipina, dan Jepang).

Kejuaraan ini akan mempertandingkan 10 cabang, yakni mengingat nama dan wajah (names & faces), urutan angka biner acak (binary numbers), gambar acak (random images), kata acak (random words), tanggal dan kejadian (historic dates & events), angka yang diucapkan (spoken numbers), serta kartu remi acak (random cards) dan deret angka acak (random numbers) dalam waktu 5 menit serta 15 menit.

Beberapa kompetitor kelas dunia antara lain Simon Reinhard dari Jerman, Ben Pridmore dari Inggris, Yanjaa, “human catalogue” keturunan Swedia-Mongolia yang mewakili Mongolia, dan Huang Sheng Hua dari China hadir di ajang ini. Mereka bertanding di kategori Adult/Dewasa (18-59 tahun). Di kategori ini, Indonesia menurunkan dua perwakilan, yaitu Bey Sapta (50) dan Aneke Polak (54). Tak mau kalah dengan peserta kategori dewasa, sejumlah Sembilan peserta di kategori Kids/Anak-anak (≤12 tahun) juga siap unjuk gigi di kejuaraan ini. Meski masih berusia belia, kemampuan daya ingat mereka tidak bisa dipandang sebelah mata. Salah satunya adalah Rania dari Tolitoli, Sulawesi Tengah, yang merupakan juara ke-2 kategori anak Malaysia Open Juli lalu. Selain itu juga ada Nadia yang merupakan peraih perunggu pada Korea Open pada februari 2017 serta peserta kategori kids lainnya yang siap mengharumkan nama Indonesia di Kancah Internasional.

Sementara itu, tidak tanggung-tanggung, sebanyak 23 peserta kategori remaja dari Indonesia akan mengadu ketepatan dan kecepatan daya ingatnya di kategori Junior (13-17 tahun). Nama-nama yang diunggulkan dari kontingen Indonesia di antaranya Fakhri Shafly (Grandmaster Memory dan Pemegang Rekor Dunia mengingat password) siswa SMAN 26 Jakarta , Shafa Annisa (Grandmater Memory dan pemegang rekor dunia mengingat wajah dan nama) siswi SMP Kesatuan Bangsa Jogjakarta, dan Fathimah Aiko (Juara ke-2 kategori young junior pada Korea Open 2017) siswi SMP Salman Alfarisi. Mereka telah berpengalaman mengikuti kejuaraan-kejuaraan tingkat internasional sebelumnya, dan selalu pulang dengan membawa sejumlah medali. Peserta remaja indonesia lainnya pun tidak kalah kuatnya, banyak dari hasil latihan yang mereka tunjukkan berhasil melewati target-target kejuaraan yang ditetapkan.

“Target kami menjuarai ketegori Junior dan Kids di kejuaraan ini,” ujar Yudi Lesmana selaku Head Coach dan Ketua Indonesia Memory Sports Council (IMSC). Ia juga menyebutkan bahwa Singapore Open Memory Championship 2017 ini termasuk ke dalam rangkaian kegiatan tur kejuaraan daya ingat menjelang gelaran akbar World Memory Championship (WMC) 2017 yang akan diadakan di Ancol, Jakarta, 1-3 Desember mendatang.

Ditunjuknya Indonesia sebagai tuan rumah kejuaraan dunia tahun ini, jelas Yudi, menunjukkan bahwa potensi negara ini di bidang pengembangan pelatihan daya ingat semakin diakui di dunia internasional. Oleh karenanya, tim Indonesia telah mempersiapkan diri sejak awal Juni 2017 melalui jam demi jam sesi latihan intensif bersama para pelatih daya ingat IMSC.

Kompetisi daya ingat sendiri merupakan ajang bergengsi yang telah dimulai sejak 1991 di London, Inggris. Dalam beberapa tahun terakhir, memory championship mengalami pertumbuhan terbesarnya di negara-negara Asia Pasifik, salah satunya Indonesia. Tak hanya jago kandang, putra-putri Indonesia juga kerap menjuarai berbagai kompetisi memory sports tingkat dunia. Yudi berharap, melalui asosiasi yang dipimpinnya, akan lebih banyak lagi prestasi yang bisa ditorehkan oleh masyarakat Indonesia ke depannya.

Kontingen Tim Olympiade Memory Indonesia untuk Singapore Open 2017 :

Kategori Kids ( < 12 tahun)

  1. Nadia Almeera
  2. Muhammad Daffa Dhiyauddin
  3. Melinda Purnama
  4. Navarro Elang Shaquille Fortunadi
  5. Zara Tabina
  6. Sitti Farhana Alhasni
  7. Aulia Nadia Azzahra
  8. Rania Azzahra Rudy
  9. Muhammad Faiz Balkhi

Kategori Junior (13-17 tahun)

  1. Shafa Annisa Rahmadani
  2. Teuku Alvaro Omar Ghaissan
  3. Kinanti Wening Asih
  4. Andra Alifya Ramadhan
  5. Afya Naja Chalondra
  6. Muhammad Faqih Alhasni
  7. Aisha Nadine Sharikha
  8. Muhammad Alif Athallah Naufal
  9. Fathimah Aiko Zahrah
  10. Amira Tsurayya Muniruzaman
  11. Afifah Hasna Wafiyah
  12. Rayyan Hanif Ismail
  13. Avisyla Syahda Faiqa
  14. Rinaldy Adin
  15. Raditya Naufal Abiyu
  16. I Gusti Putu Wisnu Wardhana
  17. Farah Afifah Pulungan
  18. Wafa Fauziyah
  19. Fakhri Shafly Erlangga
  20. Salma Yuwani Nadhifa
  21. Muhammad Ihsan Alfian
  22. Hanifah Khalillah
  23. Rifda Almira Firdausi

Kategori Adult (18-59 tahun)

  1. Bey Sapta
  2. Aneke Polak

Saksikan Video Brain Memory Indonesia terbaru :

Save

Piala Menteri Pendidikan Indonesia Diperebutkan dalam IAM World Memory Championship 2017

Rabu, 09 Agustus 2017, Jajaran pengurus, pembina, dan pelajar berprestasi dari Indonesia Memory Sports Council (IMSC)  diterima oleh Sekretaris Jendral Kemendikbud Bapak Didik Suhardi,Ph.D di Gedung C lantai 2 Kantor Kemendikbud Republik Indonesia. Audiensi IMSC dengan Kemendikbud ini berlangsung hangat dengan tiga agenda utama yaitu :  perkenalan program Memory Sports Indonesia, penyampaian prestasi anak – anak Indonesia di ajang Olimpiade Memory Internasional, dan pemaparan tentang kejuaraan dunia daya ingat IAM World Memory Championsip yang akan diadakan pada Desember 2017 di Jakarta ( info: IAM WMC 2017 ).

Foto Bersama IMSC dengan Sekretaris Jendral Kemendikbud

Hadir pada audiensi, Ketua Umum IMSC, Yudi Lesmana di dampingi oleh Dewan Pembina Bey Sapta Utama dan Adil Karim, Dewan Pakar Septian Dwi Cahyo, Sekjen IMSC Agit Permana, Tim Media dan Komunikasi Henry Firmansyah dan Dhani, Researcher IMSC Danu Ariya N, dan Juara Nasional Olimpiade Memory Indonesia Fakhri Shafly E. Seyogyanya pertemuan ini juga dihadiri oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, namun karena beliau harus menghadiri agenda lain ke Solo maka jajaran IMSC diterima oleh Bapak Didik Suhardi, Ph.D didampingi Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama Bapak Dr. Supriano, M.Ed, dan Humas Kemendikbud Ibu Dian dan Bapak Andes.

Hasil Pertemuan ini menyepakati bahwa program IMSC akan dikaji lebih lanjut untuk menjadi salah satu program baru dalam pengembangan kemampuan belajar anak serta sarana pelajar untuk berprestasi di kancah nasional maupun internasional. Sekretaris Jendral Kemendikbud juga mengapresiasi prestasi – prestasi yang telah diukir oleh Siswa – Siswi Indonesia di kancah Internasional. Setidaknya sudah 9 negara yang telah menjadi saksi Tim Olimpiade Memory Indonesia mencatatkan prestasinya di bidang daya ingat. Di akhir pertemuan Bapak Didik Suhardi, Ph.D juga merekomendasikan untuk menggunakan Piala Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia untuk diperebutkan pada perhelatan akbar IAM World Memory Championship 1-3 Desember 2017 di Mercure Convention Center Ancol Jakarta, Indonesia. Acara ini juga akan diagendakan untuk dibuka oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Bapak Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP.

Audiensi ini menjadi sebuah lompatan besar bagi IMSC untuk terus mengampanyekan teknik memory ke seluruh pelajar di Indonesia. Setidaknya ada 10 indikator uji memory berstandar internasional yang digunakan pada setiap kompetisi daya ingat yaitu : mengingat wajah dan nama, angka, kata, gambar acak, kejadian dan tahun, spoken numbers dan berbagai uji lainnya. Kerjasama ini juga diharapkan berlangsung harmonis hingga tahun – tahun yang akan datang untuk mewujudkan Indonesia yang lebih cerdas. (dag)

Save

Save

Save

Save

Tim Memory Sports Indonesia Kembali Bertanding di Korea Selatan

Jakarta, 16 Februari 2017 – Tim Memory Sports Indonesia telah bertolak dari Jakarta menuju Korea Selatan untuk mengikuti Korea Open Memory Championship (18-19 Februari 2017). Olimpiade daya ingat yang diikuti 186 peserta dari 12 negara ini (Jerman, USA, China, Mongolia, Korsel, Singapore, Indonesia, India, dan lainnya) akan diikuti 15 peserta dari Indonesia.

Olimpiade ini akan mempertandingkan 6 kategori yaitu :
– Anak-anak (< 12 tahun) – Junior Muda (13-15 tahun) – Junior (16-17 tahun) – Dewasa Muda (18-40 tahun) – Dewasa (41-59 tahun) – Senior (>59 tahun)

Tim Memory Sports Indonesia sendiri telah mempersiapkan diri selama 2 bulan sebelum pertandingan dengan susunan tim sebagai berikut :

1- Aulia Nadia (siswi SD Sinar Cendekia, Serpong, Tangerang, Banten)
2- Rania Azzahra (siswi SMPN 1 Toli-Toli, Sulawesi Tengah)
3- Shafa Annisa (siswi SMP Kesatuan Bangsa, Yogyakarta)
4- Aisha Nadine (siswi SMP Sinar Cendekia, Serpong, Tangerang, Banten)
5- I Gusti Putu Wisnu (siswa SMPN 163, Jakarta)
6- Rayyan Hanif I (siswa SMP Nurul Fikri, Depok, Jawa Barat)
7- Fathimah Aiko (siswi SMP Salman Al Farisi, Bandung, Jawa Barat)
8- Afifah Hasna (siswi SMP Edu Global School, Bandung, Jawa Barat)
9- Wafa Fauziah (siswi SMP Edu Global School, Bandung, Jawa Barat)
10- Kinanti W. Asih (siswi SMPN 2, Bandung, Jawa Barat)
11- Rifda Almira (siswi SMA Edu Global School, Bandung, Jawa Barat)
12- Hanifah Khalillah (siswi SMA Edu Global School, Bandung, Jawa Barat)
13- Fakhri Shafly (siswa SMAN 26, Jakarta)
14- Danu Ariya Nugraha (Professional), dan
15- Yudi Lesmana (Ketua Tim)

Kompetisi dengan total hadiah uang tunai 30,000 USD ini diikuti oleh memory expert kelas dunia, seperti Mantan Juara Dunia Johannes Mallow (Jerman), Juara Nasional Amerika, Nelson Dellis, Pemegang Rekor Dunia, Simon Reinhard, hingga puluhan Grandmaster Memory dari berbagai negara termasuk dari Indonesia.

Beberapa anggota tim dari Indonesia sendiri telah beberapa kali mengikuti kejuaraan serupa. Secara keseluruhan, Korea Selatan menjadi negara tempat bertanding yang ke-9 bagi putra-putri Indonesia yang telah dibina oleh Asosiasi Memory Sports Indonesia untuk memiliki daya ingat dan konsentrasi kuat.

Kompetisi ini mempertandingkan 10 jenis disiplin daya ingat seperti mengingat angka acak, kata acak, gambar acak, kejadian dan tahun, spoken numbers, kartu acak, dan lainnya.

Target Tim Indonesia pada pertandingan ini ialah memenangkan setidaknya 7 medali agar mampu masuk ke dalam top 5 countries. Mohon doa dan dukungan masyarakat Indonesia agar Tim Memory Sports Indonesia mampu memberikan hasil yang terbaik dan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Salam Memory,
Yudi Lesmana
Grandmaster Memory
Ketum Indonesia Memory Sports Council
www.ingatangajah.com
Email: yudi@ingatangajah.com ,
indonesiamemorysportscouncil@gmail.com

Thanks to :
– PT Kaltim Prima Coal (Bronze Sponsor)
– KBRI Korsel
– Student Memory Course Indonesia
– Eduplex, Bandung

Records Target – Indonesia Memory Sports Team (Sponsored Version)

Records Target – Indonesia Memory Sports Team (Sponsored Version)
For Korea Open Memory Championship
February 17, 2017 – February 19, 2017
Chung-Ang University Gymnasium

Kids Target

Juniors Target

Adults Target

• Team members who can achieve at least 5 from 10 (yellow mark) Indonesia Target Records will get full sponsorship to Korea Open Memory Championship 2017.

• Quota planned sponsorship from PT Kaltim Prima Coal and Indonesia Memory Sports Council: 3 persons

• Sponsorship value for each choosen team member: IDR 15,000,000

• Testing Schedule will be conducted on January (middle) at Kota Kasablanka, Jakarta

Organized by:

imsc

Sponsored by:

logo-kpc

Competition Info

Name: The 1st Korea Open Memory Championship
Competition schedule
• Friday, February 17, 2017 (Seminar, Registration, Eve)
• Saturday, February 18, 2017 (Registration, First day of competition)
• Sunday, February 19, 2017 (Second day of the competition, Award Ceremony)
Venue: Chung-Ang University Seoul Campus Gymnasium
Eligibility: All ages (300 persons)
Prize money: 30 million KRW in total

Timetable

timetable

Prize

For All Open Competitors

prize

Place

Chung-Ang University Seoul Campus Gymnasium

location1

Address
Chung-Ang University Gymnasium, Seoul
Traffic
Subway: Sangdo Station on Line 7 and get off at Exit 5, then walk 10 min.
Dongjak Station on Line 9 and get off at Exit 3, then walk 15 min.

Bus:

Branch bus – 5511 (Seoul National University ‣ Central University), 5517 (Seoul National University ‣ Central University), 5524 (Sillim 8th ‣ Chungang University), 5529 (Sammaksa-sageori ‣ Chungang University), 6411 (Guro-dong ‣ Gaepo-dong)

Main bus – 151 (Wooui-dong ‣ Chung-ang University), 360 (Songpa ‣ Yeouido), 361 (Godeok-dong ‣ Yeongdeungpo), 362 (Ogum-dong ‣ Yeouido), 363 (Sinwon-dong ‣ Samsung station), 340 (Sinwol-dong ‣ Samsung Station), 642 (Banghwa-dong ‣ Express Terminal), 462 (Seongnam ‣ Yeongdeungpo)

Wide area bus – 9408 (Bundang ‣ Yeongdeungpo)

Town bus – Dongjak 01 (Dalmasa ‣ Fisheries Market), Dongjak 10 (Shindonga Apartment Jeolgogae

Airport bus: 600 (Jamsil ‣ Incheon International Airport)

Chung-Ang University Seoul Campus Gymnasium

location2

Rooms
Dormitories on campus are provided for foreign participants.
*Dormitory fees will be announced at a later date.

Registration: http://koreamemorychampionships.com/english/registration/
Competitor List: http://koreamemorychampionships.com/english/competitor-list/