Profil

Profil Yudi Lesmana

Yudi Lesmana adalah salah satu pemegang gelar Grandmaster Memory yang diberikan oleh World Memory Sports Council, Inggris pada tahun 2003 dan Asia Memory Sports Alliance pada tahun 2017 atas pencapaiannya pada World Memory Championship 2012. Ia  mampu mengingat lebih dari 1000 digit angka acak dalam 1 jam, > 800 urutan kartu remi yang diacak dalam waktu 1 jam, > 100 wajah dan nama dalam 15 menit dan pencapaian luar biasa lainnya dari 10 disiplin memory sports.

Ia pertama sekali mempelajari teknik mengingat dari seorang Doktor Neuroscience, Yip Swe Choi, pada tahun 2001 di Kota Medan. Ilmu inipun dimanfaatkannya untuk mempermudah proses belajar hingga saat ini. Prestasi pertamanya pada tahun 2002, Yudi menerima 3 rekor MURI dalam 2 bidang daya ingat (endurance dan speed). Sejak lulus dari ITB pada tahun 2010, ia bekerja di sebuah perusahaan tambang batubara di Kutai Timur dan mengembangkan komunitas memory sports disana. Penerima penghargaan pemuda berprestasi Kaltim ini kemudian mendirikan Asosiasi Memory Sports Indonesia pada awal tahun 2014 bersama para sahabat dan orang tua murid dengan tujuan utama mengkampanyekan teknik-teknik daya ingat sebagai cara untuk mempercepat proses belajar dan menginspirasi masyarakat Indonesia lewat prestasi-prestasi Internasional yang diraih anak-anak bangsa.  Pertengahan tahun 2014, Yudi pindah ke Jakarta dan menulis dua buku tentang cara mengingat yaitu “Memorizing Like an Elephant” (umum) dan “Mengingat Seperti Gajah” (Khusus pelajaran IPA SD). Sembari melanjutkan pendidikannya di Universitas Indonesia sejak 2014 dan aktif mengadakan seminar dan workshop hafal cepat di berbagai tempat bersama Kepustakaan Populer Gramedia, ia kembali mengeluarkan buku “Memorizing Like an Elephant#2” pada tahun 2015.

Yudi telah menimba ilmu dan berkompetisi di 8 negara ( Inggris, Malaysia, Hongkong, Jepang, Filipina, Korea Selatan, China, dan Singapore ) hingga tahun 2015 dan sejak akhir 2013 ia telah melatih anak-anak Indonesia untuk berkompetisi di berbagai Negara. Puluhan prestasi telah diberikan untuk bangsa Indonesia hingga menjadikan anak-anak Indonesia sebagai pemegang rekor dunia dalam mengingat. Di tahun 2017, Yudi dipercaya menjadi Chief Organizer IAM World Memory Championship oleh International Association of Memory, Jerman. Sebagai President Indonesia Memory Sports Council, ia bersama jajaran pengurus dan pembina mengatur dan memfaslitasi pengembangan pelatihan daya ingat di Indonesia serta mengadakan Indonesia Memory Championship. Pada tahun ini juga, Asosiasi yang dipimpinnya berhasil mencatatkan 2 Grandmaster Memory Baru yang di raih oleh anak didiknya Fakhri Shafly (16 tahun) dan Shafa Annisa (13 tahun). Lewat buku seri ingatan gajah yang dituliskannya, Yudi berharap banyak masyarakat Indonesia terbantu dalam mencegah masalah  daya ingat dan mampu meningkatkan kemampuan konsentrasi.

Save

Save

Save

Save

2 Comments
  1. Pingback: Memorizing Like an Elephant | [Event] Short Course Momory at KJRI Hongkong

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *