Jadilah Bagian dari sejarah Museum Rekor Dunia Indonesia!

Pemecahan Rekor MURI 2018
-Mengingat Ensiklopedia dengan peserta terbanyak-

Pada 3 Desember 2017, IMSC membuat rekor MURI massal untuk kategori mengingat digit angka phi dengan peserta terbanyak, mengulang kesuksesan tahun lalu, pada tahun 2018 Indonesia Memory Sports Council bersama dengan 150 anak Indonesia akan melakukan pemecahan rekor MURI Dunia kembali untuk kategori mengingat 15.000 Informasi di Ensiklopedia dengan peserta terbanyak. untuk info lebih lanjut silahkan klik gambar dibawah ini

Putra-Putri Indonesia Siap Berlaga di Malaysia Open Memory Championship 2017

Jakarta, 21 Juli 2017 – Setelah sukses memborong 23 medali di Korea Open Memory Championship 2017 pada Februari lalu, kontingen Tim Olimpiade Memory Indonesia tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi kompetisi serupa di Malaysia. Bertajuk Malaysia International Memory Championship 2017, kejuaraan daya ingat ini akan berlangsung pada 22-23 Juli 2017 mendatang di HELP College of Art and Technology, Kuala Lumpur, Malaysia.

Foto Tim Indonesia Saat Memenagkan Korea Open 2017

Tidak kurang dari sembilan negara akan berpartisipasi pada kejuaraan terbuka tingkat internasional yang diselenggarakan oleh Malaysia Mnemonic Association (MMA) bersama Asia Memory Sports Council (AMSC), dimana hasil kejuaraan ini akan masuk dalam peringkat dunia dibawah International Association of Memory (IAM), Jerman. Selain Indonesia, akan hadir peserta- peserta kompetisi dari Singapura, China, Hong Kong, Taiwan, India, Thailand, Jerman, dan tentunya Malaysia.

Kejuaraan ini akan mempertandingkan 10 cabang, yakni mengingat nama dan wajah (names & faces), urutan angka biner acak (binary numbers), gambar acak (random images), kata acak (random words), tanggal dan kejadian (historic dates & events), angka yang diucapkan (spoken numbers), serta kartu remi acak (random cards) dan deret angka acak (random numbers) dalam waktu 5 menit serta 15 menit.

Beberapa kompetitor kelas dunia antara lain Simon Reinhard (peringkat ke-4 dunia) dari Jerman serta Su Zehe (peringkat ke-9 dunia) dan Lujian Zou (peringkat ke-11 dunia) dari China hadir di ajang ini. Mereka bertanding di kategori Adult/Dewasa (18-59 tahun). Di kategori ini, Indonesia menurunkan dua perwakilan, yaitu Faisal Jabir (35) dan Aneke Polak (54). Tak mau kalah dengan peserta kategori dewasa, sejumlah enam peserta di kategori Kids/Anak-anak (≤12 tahun) juga siap unjuk gigi di kejuaraan ini. Meski masih berusia belia, kemampuan daya ingat mereka tidak bisa dipandang sebelah mata. Salah satunya adalah Rania dari Tolitoli, Sulawesi Tengah, pada saat sesi latihan, ia mampu mengingat 170 urutan gambar dan 60 urutan kata acak masing-masing dalam waktu 5 menit. Tidak hanya itu, peserta kids lainnya juga memiliki kemampuan handal lainnya di cabang-cabang pertandingan tertentu lainnya.

Sementara itu, tidak tanggung-tanggung, sebanyak 13 peserta kategori remaja dari Indonesia akan mengadu ketepatan dan kecepatan daya ingatnya di kategori Junior (13-17 tahun). Nama-nama yang diunggulkan dari kontingen Indonesia di antaranya Shafa Annisa (pemegang rekor dunia mengingat wajah dan nama) dan Fathimah Aiko (Juara ke-2 kategori young junior pada Korea Open 2017), yang saat ini masih duduk di bangku SMP di Kota Yogyakarta dan Bandung. Mereka telah berpengalaman mengikuti kejuaraan-kejuaraan tingkat internasional sebelumnya, dan selalu pulang dengan membawa sejumlah medali. Peserta remaja indonesia lainnya pun tidak kalah kuatnya, banyak dari hasil latihan yang mereka tunjukkan berhasil melewati target-target kejuaraan yang ditetapkan.

“Target kami menjuarai ketegori Junior dan Kids di kejuaraan ini,” ujar Yudi Lesmana GMM (Grandmaster of Memory) selaku ketua Indonesia Memory Sports Council (IMSC). Ia juga menyebutkan bahwa Malaysia International Open Memory Championship 2017 ini termasuk ke dalam rangkaian kegiatan tur kejuaraan daya ingat menjelang gelaran akbar World Memory Championship (WMC) 2017 yang akan diadakan di Ancol, Jakarta, 1-3 Desember mendatang.

Ditunjuknya Indonesia sebagai tuan rumah kejuaraan dunia tahun ini, jelas Yudi, menunjukkan bahwa potensi negara ini di bidang pengembangan pelatihan daya ingat semakin diakui di dunia internasional. Oleh karenanya, tim Indonesia telah mempersiapkan diri sejak awal Juni 2017 melalui jam demi jam sesi latihan intensif bersama para pelatih daya ingat IMSC.

Dalam beberapa tahun terakhir, IMSC memang giat memopulerkan aktivitas asah otak ini di Tanah Air. Mayoritas peserta-peserta memori yang akan bertanding di Malaysia Memory Championship 2017 ini merupakan siswa-siswi yang mengambil kegiatan belajar di luar sekolah dengan mengikuti Student Memory Course (SMC), program yang dikembangkan pihaknya untuk melejitkan prestasi para pelajar di Indonesia. “Mereka datang dari cabang-cabang kita di Jakarta, Tangerang, Bekasi, dan Bandung. Bahkan ada siswi kami yang jauh-jauh datang dari Tolitoli, Sulawesi Tengah,” papar Yudi.

Kompetisi daya ingat sendiri merupakan ajang bergengsi yang telah dimulai sejak 1991 di London, Inggris. Dalam beberapa tahun terakhir, memory championship mengalami pertumbuhan terbesarnya di negara-negara Asia Pasifik, salah satunya Indonesia. Tak hanya jago kandang, putra-putri Indonesia juga kerap menjuarai berbagai kompetisi memory sports tingkat dunia. Yudi berharap, melalui asosiasi yang dipimpinnya, akan lebih banyak lagi prestasi yang bisa ditorehkan oleh masyarakat Indonesia ke depannya.*Wicak.

Kontingen Tim Olympiade Memory Indonesia untuk Malaysia Open 2017 :

Faisal Jabir  Wiraswasta
Aneke Polak  Wiraswasta/Ibu Rumah Tangga
Hanifah Khalillah SMA Edu Global Bandung
Tian Ahmad Bayuadri SMP Edu Global School Bandung
Muhammad Kanzi Abdillah SMPI Sinar Cendekia
Ilmam Alif Maulafathin Sunarno SMPN 107 JAKARTA
Alvaro Omar Ghaissan SMP Negeri 131
Rinaldy Adin SMPN 115 Jakarta
Salma Yuwani Nadhifa SMAN 1 Depok
Farah Afifah Pulungan SMAN 1 Depok
Rifda Almira Firdausi SMA Edu Global Bandung
Naufal Baldemar Ardanni SMP Negeri 115 Jakarta
Shafa Annisa Rahmadani Arianata SMP Kesatuan Bangsa, Jogja
Afifah Hasna Wafiyah SMAN 2 , Cimahi
Fathimah Aiko Zahrah SMP Salman Alfarisi Bandung
Ahmad Fadhilla Hanif SD Cerdas Mulia Ekselensia, Bandung
Zara Tabina SDI Sinar Cendekia, Tangerang
Ravel Xeon Ciu SMP Mahatma Gandhi, Jakarta
Alfiando Ghauzan Athallah SDI Sinar Cendekia, Tangerang
Nisrina Ayu Khalinda Putri SDI Sinar Cendekia, Tangerang
Rania Azzahra Rudy SMPN 1, Tolitoli, Sulteng

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Adu Daya Ingat Antar Generasi di 5th Indonesia Friendly Memory Championship

Tangerang, 9 April 2017 – Kompetisi persahabatan di ranah daya ingat kembali digelar pada hari Minggu (9/4) lalu oleh Asosiasi Memory Sports Indonesia (AMSI). Bertempat di kampus Universitas Multimedia Nusantara, Gading Serpong, sejumlah 68 peserta dari beragam usia beradu tepat dan cepat dalam mengingat deret angka acak (Random Numbers), kata acak (Random Words), gambar acak (Random Images), dan kartu remi acak (Speed Cards).

Terselenggara berkat kerja sama dengan Continuing Education Department (CED) UMN, Gramedia Academy dan Gramedia, ajang yang bertajuk 5th Indonesia Friendly Memory Championship (IFMC) 2017 ini melampaui kompetisi-kompetisi persahabatan sebelumnya dalam hal jumlah partisipasi. “Hal ini menunjukkan peningkatan awareness masyarakat mengenai pentingnya daya ingat dalam berbagai aspek kehidupan,” ujar Wicaksono Adi selaku Ketua Penyelenggara.

AMSI, sebagai representasi dari International Association of Memory (IAM), Jerman, dalam beberapa tahun terakhir memang getol memopulerkan olahraga otak ini di Tanah Air. Ketua AMSI, Yudi Lesmana GMM (Grandmaster of Memory), menyebutkan bahwa mayoritas peserta 5th IFMC merupakan siswa-siswa Student Memory Course (SMC), program yang dikembangkan pihaknya untuk melejitkan prestasi para pelajar di Indonesia. “Mereka datang dari cabang-cabang kita di Kota Kasablanka, Serbarupa BSD, Merry Riana Learning Center BSD dan Puri Indah, serta Eduplex Bandung,” paparnya.

Meskipun demikian, tak sedikit pula masyarakat umum yang berpartisipasi di 5th IFMC ini, khususnya peserta di kategori Dewasa. Dalam sebuah kompetisi memory sports, peserta memang dikelompokkan ke dalam tiga kategori usia, yakni Kids/Anak-anak (≤12 tahun), Junior/Remaja (13-17 tahun), dan Adult/Dewasa (18-59 tahun). Masing-masing memperebutkan posisi juara umum, juara per kategori, serta juara per nomor pertandingan.

Sebut saja Arisman Wijaya, karyawan Pertamina, yang menggondol banyak medali atas performanya yang baik di hampir seluruh cabang. Atau Radhiansyah Novrizal dari Bank Mandiri, yang secara khusus sangat menggemari Speed Cards. Begitupun Muhammad Iril, seorang pemain rubik veteran yang telah mencatatkan berbagai rekor kelas dunia di kompetisi menyelesaikan puzzle kubus warna-warni tersebut. 5th IFMC menjadi kesempatan pertama baginya dalam menjajal dunia memory sports. “Saya malu melihat skor saya, karena anak didik Mas Yudi yang masih kecil sudah jago-jago semua,” ujarnya seraya tertawa.

Muhammad Iril, pemain rubik veteran yang menjajal kemampuannya di ranah memory sports.

Benar kata Iril, perolehan skor para Adult memang masih kalah dengan para Junior dan Kids yang tekun melatih daya ingatnya di SMC. Rayyan Hanif Ismail, siswa SMP Islam Nurul Fikri Depok, didaulat sebagai Juara Umum pada 5th IFMC kali ini, diikuti oleh Aisha Nadine Sharika, siswi SMP Sinar Cendekia Serpong sebagai Juara Umum ke-2, dan Arisman Wijaya sebagai Juara Umum ke-3. Mereka membawa pulang hadiah uang tunai, piala, medali, serta sertifikat.

Kompetisi daya ingat sendiri merupakan ajang bergengsi yang telah dimulai sejak 1991 di London, Inggris. Dalam beberapa tahun terakhir, memory sports mengalami pertumbuhan pesat di negara-negara Asia Pasifik, salah satunya Indonesia. Tak hanya jago kandang, putra-putri Indonesia juga kerap menjuarai berbagai kompetisi memory sports tingkat dunia. Yudi berharap, melalui asosiasi yang dipimpinnya, akan lebih banyak lagi prestasi yang bisa ditorehkan oleh masyarakat Indonesia ke depannya.

Berikut adalah hasil yang diraih oleh setiap peserta di ajang 5th IFMC 2017 ini (klik tabelnya untuk memperbesar):

5 Minutes Random Words

5 Minutes Random Numbers

5 Minutes Random Images

Speed Cards

Peringkat Keseluruhan Peserta 5th IFMC

Juara Kategori Kids

Juara Kategori Junior

Juara Kategori Adult

Juara Umum 1, 2, dan 3

Sampai jumpa di 6th Indonesia Friendly Memory Championship!

Buy and Donate Program, Bersama Yayasan Cipta Pelajar Mandiri Tangerang

Buy and Donate Program

Bersama Yayasan Cipta Pelajar Mandiri Tangerang

Dengan senang hati kami ucapkan terima kasih kepada Donatur khususnya Bpk Hendra Fadilla atas kebesaran hatinya menyumbangkan 75 paket buku kepada anak-anak kurang beruntung yang dibina Yayasan Cipta Pelajar Mandiri, Tangerang. Kami membuka pintu donasi-donasi lainnya dari Sahabat Memory dimanapun berada, untuk anak-anak kurang mampu di sekitar kita.

Poster Buy and Donate YCPM-page-001