WORLD MEMORY CHAMPIONSHIP 2017

World Memory Championship 2017 diadakan pada tanggal 1-3 Desember 2017 di Ancol, Jakarta. Kompetisi ini dihadiri oleh 111 peserta dari 21 negara, yang mencakup Asia, Eropa, Afrika, dan Amerika Utara.

World Memory Championship 2017 merupakan acara World Memory Championship pertama yang diselenggarakan oleh Indonesia Memory Sports Council dengan mendapat dukungan dari International Association of Memory dan Asia Memory Sports Alliance hingga acara ini dapat terselenggara dengan sukses. Pada kompetisi kali ini mempertandingkan 10 cabang memory dengan kualifikasi internasional.

Kompetisi ini dibuka dengan pemberian pidato oleh perwakilan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Bpk. Ananto Kusuma, Kementerian Pemuda dan Olahraga yang diwakili oleh Bpk. Sanusi, serta diikuti oleh pemberian pidato oleh perwakilan dari Kementerian Pariwisata, Bpk. Eddy Susilo. Rangkaian kegiatan pembukaan World Memory Championship 2017 dipenuhi oleh pertunjukkan yang menonjolkan pada keragaman budaya tradisional Indonesia, dengan suguhan tarian Saman oleh Anggun Busana dan diikuti dengan lantunan suara indah oleh Sekar Teja (Runner up the Voice Indonesia)

Alex Mullen (USA) menjadi pemenang dari World Memory Championship yang diselenggarakan selama 3 hari di Ancol, Jakarta. 

Kompetisi yang berlangsung selama 3 hari ini dimulai dengan mempertandingkan 2 cabang kompetisi pada hari pertama, dengan Binary Numbers dimana Munkhshur Narmandakh (Mongolia) memperoleh nilai tertinggi sebesar 5.730 angka dan diakhiri dengan kompetisi di cabang 60 menit Cards. Kompetisi hari kedua disapu bersih oleh Alex Mullen (USA) dengan memperoleh skor tertinggi pada cabang Speed Numbers dan Fictional Dates dengan masing-masing nilai sebesar 568 angka dan 133 tanggal fiksi. Melanjutkan aksinya di hari kedua, Alex Mullen kembali menyapu bersih 2 cabang terakhir yang dipertandingkan di World Memory Championship 2017, dengan menorehkan 303 poin pada Spoken Words dan berhasil mengingat 1 deck kartu yang telah dikocok dalam waktu yang mengagumkan, 15, 6 detik.

Cabang ini juga merupakan cabang memory terakhir yang dipertandingkan di kompetisi ini dan membantu Alex Mullen mencapai poin tertinggi sebesar 9.055 dan menjamin posisinya sebagai pemenang overall World Memory Championship 2017

Juara lima besar Overall World Memory Championship 2017 adalah Alex Mullen (USA), Munkhshur Narmandakh (Mongolia), Yanjaa Wintersoul (Mongolia), Enkhshur Narmandakh (Mongolia), dan Simon Reinhard (Jerman). Mongolia merupakan tim yang paling dominan dalam sepuluh besar juara Overall dengan total 5 peserta dari Mongolia dalam daftar sepuluh besar.

World Memory Championship 2017 menjadi ajang pemecahan rekor dengan dipecahkannya 7 rekor dunia.

World Memory Championship 2017 menjadi ajang pemecahang rekor dengan total pemecahan rekor dunia sebanyak 7 catatan. Pemecah rekor dunia kategori dewasa merupakan juara overal tiga besar kejuaraan. Alex Mullen (USA) berhasil memecahkan 4 rekor dunia, dengan mengingat 568 angka dalam 5 menit, 3.238 angka dalam 60 menit, dan berhasil mencapai waktu yang mengagumkan dalam mengingat 1 deck kartu hanya dalam 15,6 detik.

Dalam cabang 60 menit Cards yang melelahkan, Munkhshur Narmandakh dari Mongolia sebagai juara 2 overall berhasil mengingat 1.776 kartu (lebih dari 34 deck kartu) dan berhasil mencetak rekor baru. Di urutan ketiga juara overall, Yaanja Wintersoul yang juga berasal dari Mongolia berhasil memecahkan dua rekor baru di bidang mengingat, di cabang Images (354 gambar) dan berhasil mencapai 212 poin mengingat nama dan wajah dalam waktu 15 menit.

Pencapaian Tim Indonesia di kancah pertandingan internasional

Bukan main! tim Indonesia berhasil meraih 7 medali di kompetisi World Memory Championship 2017. Fatimah Aiko berhasil meraih medali perak di cabang Nama dan wajah dengan total 98 poin dan Shafa Annisa tidak kalah dengan memperoleh medali perak di cabang kata acak dengan total poin 205 kata. Kembali di kategori Junior, Fakhri Shafly juga meraih 2 medali perunggu dengan mengingat 806 kartu dalam 60 menit serta 97 nama dalam 15 menit.

Pencapaian tim Indonesia juga ditunjukkan di kategori Kids, oleh Rania Azzahra (12 tahun) dan Aulia Nadia (11 tahun). Rania berhasil meraih 2 medali perunggu dengan mengingat 880 angka acak dalam 60 menit, Selanjutnya, Aulia berhasil mendapat 59 poin dalam cabang nama dan wajah hingga berhasil mendapat medali perunggu.

Tidak hanya berhenti di peraihan medali, terdapat 4 peserta dari Indonesia yang mendapatkan predikat bergengsi “International Grandmaster Memory”, yaitu Aisha Nadine, Fakhri Shafly, Fathimah Aiko, dan Shafa Annisa Rahmadani.

Dalam ajang World Memory Championship 2017 kali ini, selain Juara Dunia juga terdapat Juara Nasional untuk tim Indonesia. Fakhri berhasil menduduki peringkat satu nasional, diikuti Shafa dan Fathimah Aiko di urutan dua dan tiga. Juara nasional mendapatkan hadiah uang tunai yang berhasil dihimpun dari warga Indonesia melalui KITABISA dan meraih piala dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Pemecahan Rekor MURI dengan jumlah peserta terbanyak dalam mengingat urutan angka Pi yang diikuti oleh 135 peserta Indonesia.

Pada hari ke-3 World Memory Championship 2017 setidaknya 135 putera/i Indonesia berkumpul di Mercure Convention Centre, Ancol untuk menuliskan secara digital sejumlah angka Pi yang berhasil mereka ingat secara kolektif. Peserta pemecah rekor MURI berhasil mengingat secara kolektif 13.500 angka Pi. Pembuatan rekor ini merupakan pertama kalinya dilakukan di Indonesia dengan jumlah peserta terbanyak untuk mengingat angka Pi.

Lagu kebangsaan Amerika bergaung di Ballroom Bidadari menandakan selesainya acara memory paling bergengsi di tahun 2017, sebagai apresiasi seluruh pengunjung kepada Alex Mullen, Juara World Memory Championship 2017.

Seluruh penonton acara penutupan acara memory paling bergengsi di tahun 2017 disuguhkan pertunjukan tari tradisional Indonesia dan pertunjukkan menegangkan yang dilakukan oleh Merpati Putih dalam unjuk tenaga dalam, yang ikut serta melibatkan peserta dari Jerman, Simon Reinhard yang masih gagal membelah besi seperti atraksi yang telah dilakukan sebelumnya oleh Merpati Putih. Pemberian hadiah oleh Bpk Ananto sebagai perwakilan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan diikuti apresiasi dan pemberian hadiah utama kepada Alex Mullen menjadi puncak dari penutupan World Memory Championship 2017.

SUASANA KOMPETISI WORLD MEMORY CHAMPIONSHIP 2017

 

 

 

 

 

 

Klik untuk Donasi – Hadiah untuk Anak Indonesia di World Memory Championship 2017

Pada tahun ini, telah banyak prestasi gemilang yang ditorehkan oleh Tim Olimpiade Memory  Indonesia. Sebanyak 23 medali diraih dari Korea Open Memory Championship (18 – 19 Februari), 25 medali dari Malaysia Open Memory Championship (22 – 23 Juli), 2 gelar Grandmaster of Memory serta 3 medali dari Asia Open Memory Championship (26 – 27 Agustus), dan puncaknya yaitu 45 medali yang disapu bersih pada Singapore Open Memory Championship (30 September – 1 Oktober).

Sangat disayangkan, tidak ada apresiasi yang diberikan pemerintah untuk prestasi-prestasi berskala internasional ini. Adik-adik dan rekan-rekan kami sesama atlet memory tidak hanya perlu disiplin berlatih untuk mengasah kemampuannya yang luar biasa, melainkan juga harus bekerja keras mencari pembiayaan sendiri, dan pada akhirnya tidak mendapatkan apresiasi hadiah yang selayaknya.

Menjadi Bagian dari Sejarah

1-3 Desember 2017, Indonesia Memory Sports Council sudah siap menerima 25 negara yang akan datang ke Jakarta, Indonesia dalam rangka #worldmemorychampionship ,tapi kami selalu merasa tidak siap melihat para putera/i Indonesia yang berjuang di ajang Internasional ini, pulang tanpa apresiasi yang sepatutnya atas prestasi yang didapatnya.

Dengan biaya sendiri, putra/i bangsa terus mengukir prestasi di olimpiade daya ingat internasional. Berikan apresiasi bagi mereka di World Memory Championship!. Bantu donasi dengan klik : https://kitabisa.com/worldmemorychamp

 

Kemenangan Manis Tim Indonesia di Singapore Memory Championship 2017

Kabar menggembirakan datang dari Singapura, Sabtu dan Minggu, 30 September – 1 Oktober 2017.  Tim Olimpiade Memory Indonesia berhasil meraih 45 medali yang dipertandingkan pada Singapore Open Memory Championship 2017. Rania Azzahra (12 tahun) dari SMPN 1, Tolitoli dan Aulia Nadia (11 tahun) dari SD Sinar Cendikia, Serpong, Tangerang. Puncak dari kemenangan ini kali ini dipersembahkan peserta indonesia di kategori remaja dengan menyapu bersih Juara 1, 2, dan 3 overall masing-masing di raih oleh Shafa Annisa (13 tahun) dari SMP Kesatuan Bangsa, Jogjakarta di posisi pertama, diikuti Fakhri Shafly (17 tahun) dari SMAN 26, Jakarta, dan Aisha Nadine (13 tahun) dari SMP Sinar Cendikia, Serpong, Tangerang.

Foto Tim Olimpiade Memory Indonesia di SOMC 2017

Kompetisi daya ingat internasional ini diikuti oleh berbagai negara diatantaranya Indonesia, China, Mongolia, Thailand Malaysia, Filipina, Jepang, dan tuan rumah Singapura.

Kompetisi ini terbagi ke dalam 4 kategori, yaitu : Kids (<12 tahun), Junior (13-17 tahun), Dewasa (18-59 tahun), dan Senior (>59 tahun). Mereka mengadu kemampuan daya ingatnya melawan negara lain dalam 10 jenis cabang, yaitu:

  1. 5 menit mengingat wajah dan nama (Names & Faces)
  2. 5 menit mengingat urutan kata acak (Random Words)
  3. 5 menit mengingat urutan angka binary acak (Binary Numbers)
  4. 5 menit mengingat urutan angka acak (Speed Numbers)
  5. 5 menit mengingat urutan gambar acak (Random Images)
  6. 15 menit mengingat urutan angka acak (Random Numbers)
  7. 10 menit mengingat urutan kartu remi (Random Cards)
  8. 5 menit mengingat tahun dan kejadian (Fictional Dates)
  9. Mengingat angka acak yang diucapkan (Spoken Numbers), dan
  10. Mengingat secepat-cepatnya urutan 1 pak kartu remi (Speed Cards).

Kesepuluh cabang yang dipertandingkan terdiri atas empat kategori umur dimana peserta berlomba meraih medali sebanyak-banyaknya untuk posisi ke-1 hingga ke-3. Sebanyak 45 medali yang dimenangkan Tim Indonesia terdiri dari Kategori Junior Names and Faces dimana Indonesia menyapu bersih emas, perak, dan perunggu. Masing-masing diraih oleh Rifda Almira, Hanifah Khalillah, dan Fakhri Shafly. Sedangkan di Kategori Junior Binary Numbers, emas, perak, dan perunggu disapu bersih pula oleh Aisha Nadine, Shafa Annisa, dan Fakhri Shafly dengan skor yang sama yaitu 480 digit.

Berhasil di dua nomor sebelumnya, di Kategori Junior Random Words, lagi-lagi Indonesia menyapu bersih emas, perak, dan perunggu. Masing-masing diraih Fathimah Aiko, Shafa Annisa, dan Rayyan Hanif. Dengan skor di atas 230 poin, Shafa Annisa, Aisha Nadine, dan Amira Tsurayya juga menyapu bersih Kategori Junior Random Images, dengan berturut-turut mendapatkan emas, perak, dan perunggu.

Memasuki tengah hari di Kategori Junior Speed Numbers, Indonesia menyapu bersih kembali emas, perak, dan perunggu berkat performa Fakhri Shafly, Aisha Nadine, dan Shafa Annisa yang mampu mengingat lebih dari 200 angka dalam waktu 5 menit. Kemenangan pun berlanjut di Kategori Junior Dates, meski tidak meraih perunggu, namun medali emas dan perak berhasil diamankan oleh Fakhri Shafly dan Fathimah Aiko.

Di Kategori terakhir pada hari pertama, Junior 10 Minutes Cards, Indonesia hampir menyapu bersih posisi 1 hingga 3. Namun Aisha Nadine harus kalah dari peserta Filipina, Enzo Gabriel, dengan terpaut 4 kartu saja. Beruntung, Fakhri Shafly dan Shafa Annisa sukses menggondol emas dan perunggu di cabang ini dengan skor masing-masing 217 kartu dan 208 kartu.

Pada Kategori Kids Names and Faces, Tim Merah Putih berhasil meraih perak, dan perunggu. Masing-masing diraih Aulia Nadia dan Rania Azzahra. Memasuki Kategori Kids Binary Numbers, Indonesia menyapu bersih emas, perak, dan perunggu berkat performa Rania Azzahra, Aulia Nadia, dan Zara Tabina. Dengan perolehan 420 digit, Rania jauh mengungguli seluruh peserta lainnya yang hanya mampu mengingat di bawah 240 digit.

Di nomor berikutnya Kategori Kids 10 Minute Cards, Aulia Nadia dan Rania Azzahra kembali berhasil meraih emas dan perak. Hanya terpaut beberapa kartu saja, Navarro Elang juga hampir meraih perunggu di cabang ini. Namun sayang, karena kondisinya yang kurang sehat, Navarro harus takluk dari Zixuan Li asal China.

Beruntung, pada Kategori Kids Random Images, Indonesia menyapu bersih kembali emas, perak, dan perunggu. Masing-masing diraih Rania Azzahra, Zara Tabina, dan Melinda Purnama. Pada Kategori Kids Random Words dan Speed Numbers, Aulia Nadia dan Rania Azzahra berhasil mengamankan emas dan perak. Sementara di cabang Fictional Dates, Indonesia cukup mengamankan emas yang berhasil direbut oleh Rania Azzahra.

Memasuki hari ke-2 kompetisi, Indonesia kembali berhasil menambah peraihan 11 medali di kategori Kids dan Junior. Sejumlah emas berhasil dibawa pulang tim Indonesia yang berbuah kemenangan manis bagi Tim Olimpiade Memory Indonesia.

Indonesia berhasil berjaya di Kategori Junior, dengan perolehan akhir 25 medali (10 emas, 9 perak, dan 6 perunggu). Namun peserta di bawah usia 12 tahun dari Indonesia juga tak kalah hebatnya. Pada Kategori Kids ini, Indonesia mampu mengumpulkan total 20 medali (7 emas, 9 perak, dan 4 perunggu), menjadikan total pencapaian medali dari Tim Memory Indonesia sebanyak 45 buah.

Dengan hasil yang gemilang ini, Shafa Annisa sukses menembus 3 besar perolehan poin secara keseluruhan kategori, tepat di bawah dua peserta Kategori Adult yaitu Soh Wee Tang asal Malaysia di posisi pertama dan Yanjaa Wintersoul dari Mongolia di posisi kedua.

Foto Para Juara Overall, Shafa nomor 4 dari kanan

Selain medali dan trophy, pemenang dari SOMC 2017 yang digelar di Singapore Polytechnic, 500 Dover Road, Singapura, juga mendapatkan hadiah uang tunai. Untuk Juara Umum ke-1 akan memperoleh $1.500, diikuti dengan $1.000 dan $500 untuk Juara Umum ke-2 dan ke-3. Adapun untuk juara di masing-masing kategori berhak atas hadiah sebesar $200, $150, dan $100.

Untuk menyaksikan rekaman suasana kompetisi , Anda dapat memantau melalui video streaming yang tersedia pada kanal: http://www.ingatangajah.com/event/livestream

Kontak : info@ingatangajah.com

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Tim Indonesia Siap Berlaga di Singapore Open Memory Championship 2017

Jakarta, 28 September 2017 – Setelah sukses meraih gelar Grandmaster Memory di Hong Kong, putera-puteri Indonesia kembali mempersiapkan diri untuk menghadapi rangakaian tur kompetisi terakhirnya di Singapore sebelum menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Daya Ingat, IAM World Memory Championship di Jakarta Desember mendatang. Bertajuk Singapore Open Memory Championship 2017, kejuaraan daya ingat ini akan berlangsung pada 30 September-1 Oktober 2017 mendatang di 500 Dover Road, Concourse Singapore Polytechnic, Singapore

Singapore Open Memory Championship 2017

Tidak kurang dari sebelas negara akan berpartisipasi pada kejuaraan terbuka tingkat internasional yang diselenggarakan oleh Singapore Memory Sports Association bersama Asia Memory Sports Alliance (AMSA), dimana hasil kejuaraan ini akan masuk dalam peringkat dunia dibawah International Association of Memory (IAM), Jerman. Selain Indonesia, akan hadir peserta- peserta kompetisi dari Singapura, China, Korea Selatan, Mongolia, India, Thailand, Jerman, Malaysia, Filipina, dan Jepang).

Kejuaraan ini akan mempertandingkan 10 cabang, yakni mengingat nama dan wajah (names & faces), urutan angka biner acak (binary numbers), gambar acak (random images), kata acak (random words), tanggal dan kejadian (historic dates & events), angka yang diucapkan (spoken numbers), serta kartu remi acak (random cards) dan deret angka acak (random numbers) dalam waktu 5 menit serta 15 menit.

Beberapa kompetitor kelas dunia antara lain Simon Reinhard dari Jerman, Ben Pridmore dari Inggris, Yanjaa, “human catalogue” keturunan Swedia-Mongolia yang mewakili Mongolia, dan Huang Sheng Hua dari China hadir di ajang ini. Mereka bertanding di kategori Adult/Dewasa (18-59 tahun). Di kategori ini, Indonesia menurunkan dua perwakilan, yaitu Bey Sapta (50) dan Aneke Polak (54). Tak mau kalah dengan peserta kategori dewasa, sejumlah Sembilan peserta di kategori Kids/Anak-anak (≤12 tahun) juga siap unjuk gigi di kejuaraan ini. Meski masih berusia belia, kemampuan daya ingat mereka tidak bisa dipandang sebelah mata. Salah satunya adalah Rania dari Tolitoli, Sulawesi Tengah, yang merupakan juara ke-2 kategori anak Malaysia Open Juli lalu. Selain itu juga ada Nadia yang merupakan peraih perunggu pada Korea Open pada februari 2017 serta peserta kategori kids lainnya yang siap mengharumkan nama Indonesia di Kancah Internasional.

Sementara itu, tidak tanggung-tanggung, sebanyak 23 peserta kategori remaja dari Indonesia akan mengadu ketepatan dan kecepatan daya ingatnya di kategori Junior (13-17 tahun). Nama-nama yang diunggulkan dari kontingen Indonesia di antaranya Fakhri Shafly (Grandmaster Memory dan Pemegang Rekor Dunia mengingat password) siswa SMAN 26 Jakarta , Shafa Annisa (Grandmater Memory dan pemegang rekor dunia mengingat wajah dan nama) siswi SMP Kesatuan Bangsa Jogjakarta, dan Fathimah Aiko (Juara ke-2 kategori young junior pada Korea Open 2017) siswi SMP Salman Alfarisi. Mereka telah berpengalaman mengikuti kejuaraan-kejuaraan tingkat internasional sebelumnya, dan selalu pulang dengan membawa sejumlah medali. Peserta remaja indonesia lainnya pun tidak kalah kuatnya, banyak dari hasil latihan yang mereka tunjukkan berhasil melewati target-target kejuaraan yang ditetapkan.

“Target kami menjuarai ketegori Junior dan Kids di kejuaraan ini,” ujar Yudi Lesmana selaku Head Coach dan Ketua Indonesia Memory Sports Council (IMSC). Ia juga menyebutkan bahwa Singapore Open Memory Championship 2017 ini termasuk ke dalam rangkaian kegiatan tur kejuaraan daya ingat menjelang gelaran akbar World Memory Championship (WMC) 2017 yang akan diadakan di Ancol, Jakarta, 1-3 Desember mendatang.

Ditunjuknya Indonesia sebagai tuan rumah kejuaraan dunia tahun ini, jelas Yudi, menunjukkan bahwa potensi negara ini di bidang pengembangan pelatihan daya ingat semakin diakui di dunia internasional. Oleh karenanya, tim Indonesia telah mempersiapkan diri sejak awal Juni 2017 melalui jam demi jam sesi latihan intensif bersama para pelatih daya ingat IMSC.

Kompetisi daya ingat sendiri merupakan ajang bergengsi yang telah dimulai sejak 1991 di London, Inggris. Dalam beberapa tahun terakhir, memory championship mengalami pertumbuhan terbesarnya di negara-negara Asia Pasifik, salah satunya Indonesia. Tak hanya jago kandang, putra-putri Indonesia juga kerap menjuarai berbagai kompetisi memory sports tingkat dunia. Yudi berharap, melalui asosiasi yang dipimpinnya, akan lebih banyak lagi prestasi yang bisa ditorehkan oleh masyarakat Indonesia ke depannya.

Kontingen Tim Olympiade Memory Indonesia untuk Singapore Open 2017 :

Kategori Kids ( < 12 tahun)

  1. Nadia Almeera
  2. Muhammad Daffa Dhiyauddin
  3. Melinda Purnama
  4. Navarro Elang Shaquille Fortunadi
  5. Zara Tabina
  6. Sitti Farhana Alhasni
  7. Aulia Nadia Azzahra
  8. Rania Azzahra Rudy
  9. Muhammad Faiz Balkhi

Kategori Junior (13-17 tahun)

  1. Shafa Annisa Rahmadani
  2. Teuku Alvaro Omar Ghaissan
  3. Kinanti Wening Asih
  4. Andra Alifya Ramadhan
  5. Afya Naja Chalondra
  6. Muhammad Faqih Alhasni
  7. Aisha Nadine Sharikha
  8. Muhammad Alif Athallah Naufal
  9. Fathimah Aiko Zahrah
  10. Amira Tsurayya Muniruzaman
  11. Afifah Hasna Wafiyah
  12. Rayyan Hanif Ismail
  13. Avisyla Syahda Faiqa
  14. Rinaldy Adin
  15. Raditya Naufal Abiyu
  16. I Gusti Putu Wisnu Wardhana
  17. Farah Afifah Pulungan
  18. Wafa Fauziyah
  19. Fakhri Shafly Erlangga
  20. Salma Yuwani Nadhifa
  21. Muhammad Ihsan Alfian
  22. Hanifah Khalillah
  23. Rifda Almira Firdausi

Kategori Adult (18-59 tahun)

  1. Bey Sapta
  2. Aneke Polak

Saksikan Video Brain Memory Indonesia terbaru :

Save

News Clipping : Indonesia Juara di Asia Open Memory Championship 2017 di Hongkong

Indonesia kembali berhasil menyelesaikan rangkaian ke-2 Memory Championship Tour di Hong Kong pada 26-27 Agustus 2017. Simak kumpulan beritanya pada link-link dibawah ini :

Antara : News1

Elshinta: News2

Metro TV News: News3

English Version – Netral News: News4

Okezone: News5

Sekolah Kesatuan Bangsa: News6

GNFI: News7

Kumparan: News8

Tayangan TV :

  • Newsline Metro TV, 31 Agustus 2017, LIVE pukul 13:15 WIB

Link Video: Newsline Metro TV

  • Little VIP Metro TV, Sabtu 2 September 2017, pukul 19:30 WIB

  • Indonesia Morning Show Net TV , 11 September 2017, Pukul 06;30

 Video Lengkap Perjalanan Tim Selama Kompetisi di Hong Kong pada Channel Youtube Brain Memory Indonesia

Save

Save

Save

Save