3rd Indonesia Open Memory Championship Sukses Diselenggarakan di Bali

Lomba Daya Ingat yang diikuti oleh puluhan peserta dari Philippines, Malaysia, Tiongkok dan Indonesia ini mempertandingkan 10 nomor lomba antara lain mengingat urutan angka acak, wajah dan nama, angka biner, urutan kartu acak, serta urutan gambar acak. Lomba dibedakan ke dalam kategori anak-anak (usia 8-12 thn), junior (12-18) dan dewasa (18-59). Keluar sebagai Juara Nasional dalam ajang ini Shafa Annisa Rahmadani disusul oleh Fathimah Aiko sebagai runner-up dan Aisha Nadine sebagai juara ketiga pada perhelatan daya ingat yang diikuti dari berbagai kalangan mulai dari anak-anak, pelajar, ibu rumah tangga, hingga professional.

Sedangkan di kategori overall open championship berhasil dimenangkan oleh Jamyla Lambunao dari Filipina diikuti Thin Sheng Leong dari Malaysia dan Shafa Annisa di Juara ke-3, terpaut tipis 190 poin. Juara pada kategori anak-anak (kids) diraih oleh Aulia Nadia Azzahra, pelajar SMP Aulady, Tangerang Selatan dan disusul oleh M. Daffa Dhiyauddin, pelajar SD Nizamia Andalusia Jakarta, yang juga meraih medali emas dalam cabang lomba wajah dan nama. Juara ketiga kids diraih pelajar asal Tangerang Selatan Zara Tabina.

Fathimah Aiko Zahrah, atlet daya ingat dari Bandung, juga berhasil memecahkan rekor nasional lomba daya ingat kata acak dengan mengingat 82 kata acak secara berurutan dalam waktu 5 menit. Rekor ini dicetak pada Indonesia Open Memory Championship ke-3, yang diselenggarakan oleh Indonesia Memory Sports Council (IMSC) di Hotel SwissBel Rainforest, Bali, Sabtu 27 Oktober 2018. Tidak hanya itu, Shafa Annisa pelajar dari Yogyakarta juga berhasil memecahkan rekor nasional random cards dengan mengingat 264 urutan kartu yang telah di acak dalam 10 menit. Tidak kalah hebatnya, 506 digit angka acak juga berhasil diingat oleh Aisha Nadine asal Tangerang Selatan sekaligus mencatatkannya sebagai rekor nasional terbaru.

Secara keseluruhan Indonesia telah merebut 5 emas, 9 perak dan 12 perunggu. Hasil ini juga mencatatkan Indonesia sebagai Country Champion dalam ajang ini. Mengungguli Filipina dan Malaysia. Hasil lengkap dari kejuaraan dapat dilihat secara lengkap melalui halaman website memorysports.id atau global-memory.org.

Juara umum dalam kompetisi ini membawa pulang Piala Menteri Pemuda dan Olah Raga RI (Menpora), bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang telah mendukung penuh kegiatan berskala internasional ini. Menurut Ketua Umum IMSC Yudi Lesmana, kejuaraan Indonesia Open di Bali ini terakreditasi oleh Badan Internasional, Global Alliance of Memory Athletics (GAMA) dan merupakan pemanasan untuk menggelar Kejuaraan Memory Asia Open tahun 2019 yang telah dinobatkan kepada Indonesia sebagai Tuan Rumah. “Kejuaraan Asia 2019 diperkirakan akan diikuti lebih dari 150 peserta dari 16 negara”, ujar Yudi.

Berkompetisi di ajang ini melatih peserta dalam meningkatkan konsentrasi dan daya ingat yang akan membantu pesertanya baik dalam pelajaran di sekolah maupun kehidupan sehari-hari. “Semua orang bisa mengoptimalkan daya ingatnya dengan metode yang tepat serta giat berlatih” ujar Yudi pelatih yang juga telah meraih Grandmaster of Memory sejak 2012 di London, Inggris

Sejalan dengan semangat sumpah pemuda, kompetisi ini adalah ajang untuk membuktikan bahwa pemuda Indonesia mampu mengukir prestasi baik di tingkat nasional maupun internasional khususnya di bidang daya ingat. Sebelum Kejuaraan ini berlangsung, Tim Indonesia juga sudah berkali-kali memenangkan kompetisi daya ingat internasional di lebih dari 8 negara. IMSC optimis bahwa masih banyak pemuda pemudi Indonesia yang potensial untuk bersaing di perhelatan berskala internasional kedepannya.
Dengan banyaknya pelajar-pelajar Indonesia yang mulai mengikuti dan menyelami dunia memory sports, Indonesia memiliki peluang untuk mengembangkan bibit-bibit juara baru baik dalam tingkat nasional maupun Internasional.

Hasil lengkap dapat diakses di www.memorysports.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *